Sejarah Jepang, seperti banyak negara lain, tidak selalu seragam dan damai. Selama kurang lebih satu abad, dari pertengahan abad ke-15 hingga awal abad ke-17, Jepang dilanda kekacauan hebat yang dikenal sebagai Periode Sengoku (Zaman Negara-Negara Berperang). Di masa ini, para pemimpin militer (daimyo) saling berperang untuk memperluas kekuasaan mereka. Namun, dari kekacauan ini muncul tiga tokoh besar yang berhasil menyatukan Jepang: Oda Nobunaga, Toyotomi Hideyoshi, dan Tokugawa Ieyasu. Mereka dikenal sebagai "Tiga Penyatuan Besar Jepang".
1. Oda Nobunaga: Sang Revolusioner yang Kejam
Oda Nobunaga (1534-1582) adalah tokoh pertama yang memulai proses penyatuan Jepang. Berasal dari klan kecil di Provinsi Owari, ia adalah seorang jenius militer yang inovatif dan kejam.
Revolusi Militer: Nobunaga adalah yang pertama di Jepang yang secara efektif menggunakan senapan api (arquebus), yang ia peroleh dari pedagang Portugis, dalam skala besar. Ia menghancurkan kavaleri-kavaleri tradisional dengan taktik barisan tembak yang efektif.
Menghancurkan Kekuatan Lama: Ia tanpa ampun menghancurkan para daimyo saingannya, dan yang lebih penting, ia menantang otoritas kekuatan tradisional seperti kuil-kuil Buddha yang memiliki pasukan sendiri. Ia membakar kuil Enryaku-ji yang kuat, menunjukkan bahwa tidak ada kekuatan yang bisa menghalanginya.
Strategi Politik: Nobunaga menguasai sebagian besar Jepang tengah dan memperkenalkan reformasi politik dan ekonomi untuk menstabilkan wilayahnya. Namun, ia tidak sempat melihat penyatuan Jepang selesai. Ia dikhianati dan dibunuh oleh salah satu jenderalnya sendiri, Akechi Mitsuhide, di Kuil Honnō-ji pada tahun 1582.
2. Toyotomi Hideyoshi: Sang Petani yang Berkuasa
Setelah kematian Nobunaga, Toyotomi Hideyoshi (1537-1598), salah satu jenderal andalan Nobunaga yang berasal dari keluarga petani, mengambil alih estafet penyatuan.
Pembalasan Cepat: Hideyoshi segera membalas dendam atas kematian Nobunaga dengan mengalahkan Akechi Mitsuhide hanya dalam 13 hari.
Menyelesaikan Penyatuan: Dengan kecerdasan politik dan strategi militer yang brilian, Hideyoshi berhasil menyelesaikan penaklukan para daimyo yang tersisa. Ia tidak hanya menggunakan kekuatan militer, tetapi juga negosiasi dan diplomasi. Pada tahun 1590, ia berhasil mengendalikan seluruh Jepang.
Reformasi Sosial: Hideyoshi mengeluarkan beberapa kebijakan penting:
"Perburuan Pedang" (Katanagari): Ia melucuti senjata para petani untuk mencegah pemberontakan dan membedakan dengan jelas antara kelas prajurit (samurai) dan rakyat biasa.
Survei Tanah: Ia melakukan survei tanah untuk memastikan sistem pajak yang lebih teratur.
Kegagalan Invasi: Meskipun berhasil di dalam negeri, Hideyoshi gagal dalam invasi ke Korea pada tahun 1592 dan 1597. Kegagalan ini melemahkan kekuasaannya dan menguras sumber daya. Ia meninggal pada tahun 1598, meninggalkan kekuasaan kepada dewan lima bupati yang ia bentuk untuk mengawasi putranya yang masih kecil.
3. Tokugawa Ieyasu: Sang Strategis yang Sabar
Tokoh terakhir, Tokugawa Ieyasu (1543-1616), adalah seorang daimyo yang awalnya merupakan sekutu Nobunaga dan Hideyoshi. Ia dikenal sangat sabar dan cerdas dalam mengambil keputusan.
Pertempuran Sekigahara: Setelah kematian Hideyoshi, dewan bupati terpecah menjadi dua kubu. Ieyasu, yang memimpin aliansi timur, menghadapi Ishida Mitsunari dari aliansi barat. Pertempuran besar yang menentukan ini terjadi di Sekigahara pada tahun 1600. Kemenangan Ieyasu mengukuhkan kekuasaannya sebagai penguasa tunggal Jepang.
Mendirikan Keshogunan Tokugawa: Pada tahun 1603, Kaisar menunjuk Ieyasu sebagai Shogun, dan ia mendirikan Keshogunan Tokugawa di Edo (sekarang Tokyo).
Era Damai yang Panjang: Keshogunan Tokugawa membawa Jepang ke dalam periode damai yang panjang yang berlangsung selama lebih dari 250 tahun (dikenal sebagai Periode Edo). Ieyasu dan penerusnya menerapkan kebijakan ketat untuk mengendalikan para daimyo, seperti sistem sankin kōtai (mengharuskan daimyo bolak-balik antara ibu kota dan wilayah mereka), yang bertujuan untuk mencegah pemberontakan.
Kesimpulan
Proses penyatuan Jepang adalah kisah yang luar biasa, di mana tiga tokoh dengan kepribadian dan strategi yang sangat berbeda berhasil mengubah sebuah bangsa yang terpecah-ah menjadi negara yang bersatu dan damai. Nobunaga membuka jalan dengan kekerasan dan inovasi, Hideyoshi menyelesaikannya dengan kecerdasan politik, dan Ieyasu mengamankannya dengan kesabaran dan strategi jangka panjang. Hasilnya adalah sebuah Jepang yang stabil dan kuat, yang menjadi pondasi bagi perkembangannya di masa-masa berikutnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar