Sabtu, 04 Oktober 2025

Nama Baru di Tengah Badai: Sejarah Dinasti Windsor, Keluarga Kerajaan yang Bertahan Melintasi Abad

Pendahuluan

Keluarga kerajaan Inggris adalah salah satu institusi paling abadi di dunia, tetapi nama yang mereka sandang saat ini, Windsor, ternyata relatif baru. Dinasti Windsor lahir dari krisis identitas yang dipicu oleh konflik global. Pada tahun 1917, di tengah sengitnya Perang Dunia I, Raja George V menyadari bahwa memiliki nama keluarga Jerman (Saxe-Coburg and Gotha) adalah sebuah bencana hubungan masyarakat. Dalam sebuah tindakan rebranding politik yang jenius, ia mengubah nama dinasti menjadi Windsor, yang diambil dari nama kastil kuno dan ikonik mereka. Sejak momen itu, Dinasti Windsor telah menjadi jangkar bagi Inggris melalui dua Perang Dunia, runtuhnya kekaisaran, dan gempuran media modern. Kisah Windsor adalah kisah tentang bertahan hidup, beradaptasi, dan meredefinisi apa artinya menjadi seorang raja di dunia yang berubah dengan cepat.


I. Kelahiran Kembali: Dari Jerman ke Windsor (1917) 

Dinasti Windsor adalah metamorfosis dari Dinasti Saxe-Coburg dan Gotha, yang mengambil alih takhta Inggris setelah Ratu Victoria menikah dengan Pangeran Albert dari Jerman.

A. Krisis Identitas Perang Dunia I

  • Latar Belakang: Pada tahun 1914, Inggris berperang melawan Jerman. Di sisi lain, sepupu Raja George V, Kaiser Wilhelm II, adalah pemimpin Jerman. Sentimen anti-Jerman di Inggris memuncak, dan nama dinasti kerajaan, Saxe-Coburg and Gotha, menjadi liabilitas politik. Bahkan sepupu-sepupu kerajaan (seperti Pangeran Louis of Battenberg) pun dipaksa mengubah nama mereka menjadi versi Inggris (Mountbatten).

  • Sebab-Akibat: Tekanan publik yang masif menyebabkan Raja George V mengeluarkan Proklamasi Kerajaan pada 17 Juli 1917, secara resmi mengganti nama dinasti menjadi Windsor.

  • Dampak: Tindakan ini dengan cepat menenangkan sentimen publik. George V menunjukkan bahwa ia mendahulukan loyalitas Inggris di atas ikatan keluarga Eropa-nya, membangun kembali kepercayaan rakyat terhadap monarki.

Fakta Cepat: Raja George V

  • Tahun Hidup: 1865–1936

  • Peran Utama: Pendiri Dinasti Windsor.

  • Pencapaian Kunci: Mengubah nama dinasti pada 1917; memimpin monarki melalui Perang Dunia I.

B. George V: Model Monarki Modern

George V menetapkan cetak biru untuk monarki Windsor: kehadiran yang terlihat, jauh dari politik partisan, dan fokus pada tugas konstitusional. Ia adalah raja pertama yang menggunakan media massa (radio) secara luas untuk berbicara langsung kepada rakyatnya.


II. Ujian Terberat: Skandal, Perang, dan Kepemimpinan 

Dinasti Windsor menghadapi dua krisis besar hanya dalam dua dekade pertamanya: krisis abdikasi dan Perang Dunia II.

A. Edward VIII: Krisis Abdikasi (1936)

Setelah George V wafat, putra sulungnya, Edward VIII, naik takhta. Namun, masa pemerintahannya hanya berlangsung 326 hari.

  • Sebab-Akibat: Edward bertekad menikahi sosialita Amerika, Wallis Simpson, yang bercerai dua kali. Kabinet Inggris dan Gereja Inggris menolak pernikahan ini karena Simpson dianggap tidak pantas menjadi ratu. Edward memilih cinta di atas takhta, dan berabdikasi.

  • Dampak: Krisis ini berdampak pada legitimasi monarki, tetapi secara ironis menyelamatkan institusi tersebut. Takhta kemudian jatuh kepada adiknya, Albert, yang menjadi George VI.

Gambar di atas memperlihatkan Edward VIII dan Wallis Simpson, pasangan yang memicu krisis abdikasi terbesar dalam sejarah modern Inggris, yang menguji fondasi Dinasti Windsor.

B. George VI dan Perang Dunia II

Raja George VI (dikenal sebagai The Stammering King) dan Ratu Elizabeth (kemudian Ratu Ibu) menjadi simbol perlawanan Inggris selama Perang Dunia II.

  • Kepemimpinan: Mereka memilih untuk tetap berada di Istana Buckingham di London selama serangan bom Jerman (Blitz), meskipun Istana berulang kali dibom.

  • Dampak: Keputusan mereka untuk berbagi risiko dengan rakyat meningkatkan moral dan secara permanen mengukuhkan monarki sebagai simbol persatuan nasional dan ketahanan—sebuah konsep yang sangat penting bagi Dinasti Windsor.


III. Era Elizabeth II: Runtuhnya Kekaisaran dan Adaptasi Media 

Pemerintahan Ratu Elizabeth II (1952–2022) mencakup periode yang paling transformatif dalam sejarah modern Inggris.

A. Runtuhnya Imperium dan Persemakmuran

Ketika Elizabeth II naik takhta, Inggris masih memiliki kekaisaran yang luas.

  • Sebab-Akibat: Selama pemerintahannya, hampir semua koloni Inggris memperoleh kemerdekaan, sebuah proses yang lambat dan menyakitkan. Elizabeth II harus mengawasi transformasi Kekaisaran menjadi Persemakmuran Bangsa-Bangsa (Commonwealth of Nations), sebuah organisasi sukarela yang berfokus pada persahabatan dan kerjasama.

  • Peran Kunci: Melalui kunjungan pribadi dan dedikasi pada peran tersebut, Ratu berhasil menjaga Persemakmuran tetap utuh, memberikan monarki peran geopolitik baru di luar kekuasaan politik.

B. Adaptasi dan Profesionalisme

Di tengah meningkatnya intensitas media dan skandal keluarga di akhir abad ke-20 (perceraian dan tragedi Putri Diana), Ratu Elizabeth II memimpin monarki dengan ketenangan dan profesionalisme yang tak tertandingi. Ia dikenal karena memisahkan tugas pribadi dari peran publiknya.

  • Warisan: Pemerintahan terpanjang dalam sejarah Inggris ini adalah bukti suksesnya adaptasi Dinasti Windsor, menjaga relevansi monarki sebagai jangkar stabilitas di tengah perubahan sosial yang bergejolak.

Kesimpulan: Institusi yang Adaptif

Dinasti Windsor adalah kisah sukses adaptasi. Dari trauma perang yang memaksa mereka mengganti nama, hingga tantangan skandal dan krisis yang mengancam kebanggaan mereka, keluarga ini telah membuktikan pepatah yang dipopulerkan oleh Walter Bagehot: monarki harus tetap misterius agar dihormati, tetapi harus cukup terlihat agar dihargai. Di bawah Raja Charles III, Dinasti Windsor terus menghadapi tantangan untuk menjadi institusi yang lebih ramping dan relevan di abad ke-21.

Rekomendasi Lanjutan:

  • Buku: The Crown: The Official History (Robert Lacey) yang membahas Dinasti Windsor pasca-Edward VIII.

  • Film/Seri: Seri drama "The Crown" atau film "The King's Speech" untuk konteks Edward VIII dan George VI.

  • Kunjungi: Kastil Windsor, tempat nama dinasti ini berasal, untuk merasakan warisan sejarahnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar